Neno Warisman di Pekanbaru, Siapa Sebenarnya Neno Warisman?

oleh -2.446 views

Jabarpos.com, PEKANBARU – Wanita yang biasa di panggil ustadzah atau bunda Neno Warisman ini bernama lengkap Hj Titi Widoretno Warisman. Namun ia lebih dikenal atau sering dipanggil dengan nama Neno Warisman. Dari laman wikipedia, diketahui Hj. Titi Widoretno Warisman yang lebih akrab dipanggil Neno Warisman lahir di Banyuwangi, Jawa Timur pada tanggal 21 Juni 1964.

Dulunya adalah penyanyi dan bintang film era 1980-an. Namun sekarang Neno aktif di dunia religi, sosial dan pendidikan, terutama pengasuhan, peran ibu dan peran keayahan. Diketahui sejak kecil Neno telah menunjukkan kesukaannya pada puisi dan deklamasi. Bahkan pada tahun 1978, Neno terpilih sebagai juara baca puisi se-Jakarta. Neno pun melanjutkan kuliah di Fakultas Sastra Perancis Universitas Indonesia.

Neno terkenal sebagai penyanyi di era 80-an. Lagu Neno banyak yang terkenal hingga kini, seperti lagu “Matahariku”,[1] begitu pun duetnya dengan Fariz RM, “Nada Kasih”, dan juga lagu religi “A Ba Ta Tsa”.

Sebagai pemain film, Neno terkenal karena aktingnya sebagai Sayekti di film Sayekti dan Hanafi yang ditayangkan TVRI dan disutradarai oleh Irwinsyah. Selain itu, Neno juga pernah bermain dalam film Semua Sayang Kamu (1989) yang masuk dalam nominasi Aktris Terbaik Festival Film Indonesia 1989. Tahun 2005, Neno bermain dalam film garapan Garin Nugroho Rindu Kami PadaMu (2005). Film ini meraih penghargaan sebagai film terbaik Asia di Osian’s Cinefan Festival ke-7 di New Delhi, India, yang berlangsung 16-24 Juli 2005.[2]

Perubahan drastis Neno Warisman terjadi di awal 90an. Tepatnya pada tahun 1991, Neno memutuskan untuk memakai jilbab dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk dunia religi, sosial dan pendidikan serta aktif membantu sosialisasi program Pendidikan Anak Dini Usia (PAUD) Departemen Pendidikan Nasional. Sering diundang untuk berbicara di seminar-seminar para ibu. Berbicara terutama tentang pengasuhan anak yang benar, pendidikan negeri, dan kesehatan.

Bebera buku yang diterbitkan Neno diantaranya bertajuk Izinkan Aku Bertutur. Tahun 2006, Neno merilis buku berjudul Matahari Odi Bersinar Karena Maghfi. Buku pertama dari trilogi opera keluarga ini adalah sebuah refleksi batin yang tulus dan amat mendalam dari seorang Neno Warisman tentang keajaiban keajaiban jiwa yang ia alami dan saksikan dari anak-anaknya yang menggemaskan, smart, aktif dan shalih.

Neno menikah dengan Ahmad Widiono Doni Wiratmoko dan memiliki 3 orang anak; Zaka, Maghfira, dan Ramadhani. Di Pekanbaru atau Riau, Neno Warisman sudah berulang kali datang atau di undang, seperti mengisi seminar atau tabligh akbar. Bahkan beberapa tahun lalu, Neno pernah mengisi tabligh akbar yang diselenggarakan LKP Sospolbud di Masjid An Nur. Namun kali ini, Sabtu (25/8/18), Neno dan rekannya mendapat penolakan kedatangannya oleh sebagian orang. (JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *