Anak Hebat(Difabel) Yang Mandiri, Cerdas dan Terampil

oleh -2.099 views

Jabarpos.com. Lembang – Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) salah satu program Desa Lemang, Kabupaten Bandung Barat, memberikan program Kemandirian bagi anak-anak Berkebutuhan Khusus (Difabel), selain memberikan Terapi kesehatan, sekaligus membentuk anak yang mandiri, cerdas serta terampil.

Program kegiatan yang dilakukan para tutor RBM Desa lembang, melatih anak-anak hebat (Difabel) agar bisa mandiri seperti membuka dan memakai baju sendiri, mandi sendiri, membereskan tempat tidur, selain itu di berikan juga keterampilan, membuat kerajina dan lain lain. Bahkan diikut sertakan pula dalam pelatihan keterampilan khusus antara lain, Menjahit, memotong rambut dan membuat kue.

Nenek Mara (65 Tahun) pembina RBM Desa Lembang mengatakan, “Anak-anak Hebat ini (Difabel) harus bisa mandiri dan terampil, mandiri mengurus dirinya sendiri dan trampil bisa menghasilkan sesuatu, agar nantinya tidak lagi ketergantungan terhadap orang lain ( orang tua atau saudara)” ujarnya.

Dengan bekal keterampilan, ada beberapa anak sudah berhasil seperti, Lukman (18 Tahun) sudah bisa menhasilkan uang dengan membuat tas dari bungkus kopi, juga membuat lukisan, Yanti (21 Tahun) dengan dibekali keterampilan memotong Rambut, ia sudah bekerja di sebuah salon, dan banyak lagi anak hebat (Difabel) lainya sudah mandiri.

Ia berharap, dengan program kemandirian dan pendampingan ini, semua anak-anak hebat(Difabel) agar bisa berhasil, asalkan para orang tua memberikan kebebasan terhadap anak hebat ini seperti layaknya anak normal.

Dian Rosita Maryono Ketua RBM Kabupaten Bandung Barat mejelaskan, “Rehabilitasi Berbasis Masarakat(RBM) ini untuk mempasilitasi, Terapi dari usia 0 sampai 18 Tahun, terapi disini dengan cara belajar dan bermain bersama, juga dilakukan pemeriksaan oleh ahli visio terapi, program saat ini pendampingan da kunjungan ke rumah, terkait dengan perlindungan anak di advokasi, ke bagian Program Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) da juga Dinas Pengendalia Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Bandung Barat.

Dengan program inilah, kami bersama tim, melibatkan berbagai lapisan masyarakat seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, budayawan, seniman juga pemerintahan (DESA) terutama dalam pendekatan terhadap orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus.

Seperti halnya dengan kabuyutan lembang, anak-anak hebat (Difabel) ini di berikan terapi melalui memainkan alat musik (gamelan) juga menari, untuk melatih motorik mereka.

bahkan saat ini sudah memiliki sekolah Iklusi, dimana sekolah umum dapat menerima siswa-siswi anak Hebat (Difabel). walaupun baru tingkat SD  dan SMP di lembang.

mudah-mudahan kedepan ada SMU inklusi, yang dapat menerima siswa hebat(Difabel). Anak-anak hebat (Difabel) ini tidak hanya bersekolah di SLB saja, tapi bisa bersekolah di sekolah umum, sebab mereka memiliki hak sama dengan anak lainya” timpalnya.

Saat ini baru 61 desa terbentuk RBM, dari 165 desa di Kabupaten Bandung Barat, dan kami terus berkeliling ke desa-desa untuk program pendampingan, dan sudah 842 anak hebat terlayani RBM.

“Rehabilitasi Berbasis Masyarakat(RBM) Kabupaten Bandung Barat, bekerja sama dengan RBM Desa Cihanjuang yang mendapat perhatian penuh dari Asisten II Kabupaten Bandung Barat, dan pada saat itu pula Pos Rehabilitasi Sosial (Posrehsos) Kabupaten Bandung Barat, berperan lansung mendanai kegiatan therapi tersebut, ada juga dari Save the children tetap memberikan dukungan dengan kegiatan ini” pungkasnya,  Sabtu (31/3/2018) di Lembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *