Ingin Membuat Taman Edukasi Wayang Golek di Kampung Giri Harja

oleh

Jabarpos.com. Jelekong – Mendengar kata Giriharja, sudah tidak asing lagi bagi semua orang Khususnya  di Jawa Barat Umumnya Indonesia Bahkan ke Manca Negara, yang  identik dengan kesenian Wayang Golek. Giri Harja sendiri merupakan nama sebuah kampung, secara geograpis berada Kampung Giri Harja, Rt.01. Rw.01, Kelurahan Jelekong, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung.

Awal mula berdirinya Giri Harja, yaitu pada masa keemasan Abah Dalang Sunarya, menamakan group wayang golek yang  dipimpinnya yaitu PUSAKA GIRIHARJA. Giri harja sendiri merupakan sebuah nama yang di berikan oleh Bupati pd jamannya, Giri artinya Gunung dan Harja artinya Subur diambil dr Kertaraharjan, jadi Giriharja adalah Gunung yang memberikan  kesuburan.

Intan Dumilah,(40 tahun) Ketua Kompepar Giri Harja dan sekaligus Keluarga besar Giri Harja mejelasakan”Secara turun temurun darah seni terwariskan kepada anak-anaknya, Dalang H.Ade Kosasih Sunarya (Almarhum), merupakan anak ke dua dari pasangan Abah Sunarya dengan Abu Cucun, meneruskan dan memiliki Group Wayangnya dengan nama Giriharja 2, Dalang Asep Sunandar Sunarya ( Almarhum ) sang Maestro Budayawan juga merupakan anak Abah Sunarya memiliki Group Giriharja 3, Giriharja 4 pimpinan Dalang Ugan Sunagar Sunarya (Almarhum) dan Giriharja 5 pimpinan Dalang Iden Subasrana Sunarya”

“Sekarang di wariskan lagi kepada anak-anak mereka hingga Cucu-cucunya. Dari hasil aksi pentas mereka  manggung sampai saat ini, keluarga Giriharja di kenal degan Para dalangnya. Seni wayang golek yang di miliki merupakan warisan keluarga, bahkan hingga menjadi warisan bersama, baik Nasional dan Dunia”Jelarnya.

“Begitupun dgn lukisannya secara turun temurun terwariskan dan merambah ke masyarakat setempat untuk belajar melukis. Hingga saat ini jumlah seluruh pelukis yg ada di Jelekong sekitar 600 orang seniman lukis”Imbuhnya.

Keberadaan Padepokan Intan mengatakan”Padepokan yang sekarang menjadi Pesantren Budaya, dan dirintis oleh Dalang Asep Sunandar Sunarya sang maestro wayang golek, awalnya di peruntukan sebagai gedung pertunjukan segala bentuk pagelaran kesenian, terutama yang ada di Jelekong seperti Pencak Silat, Jaipong, demo lukis, pagelaran wayang golek sudah barang tentu dan acara-acara resmi lainnya, misal Pelatihan yang di adakan instansi pemerintahan, bahkan kedatangan rombongan mahasiswa dari manca negara”

“Itu sebabnya Jelekong menjadi Kampung Seni karena di dalamnya terdapat para seniman khususnya lukisan dan Wayang Golek yang sudah manca negara”Ujarnya.

Bahkan Pemerintahan melirik Jelekong, pantas di jadikan Kampung Jelekong menjadi Desa Wisata yang layak untuk di kunjungi dan di jadikan destinasi wisata Budaya.

Intan dan Kompepar yang dipimpinya memiliki keinginan “ingin membuat taman wayang, dengan berbagai patung wayang di dalamnya, dan menjadi salah satu taman edukasi budaya, mudah-mudahan ada seponsor mau membantu mewujudkannya, supaya Giriharja itu nuansa wayangnya lebih terasa, dan mungkin tidak akan ada yang protes degan patung wayang, kalau berada di Kampunya”Pungkasnya sambil tersenyum.(AP/JPC) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *