Lembang Kembali Longsor Karna diguyur Hujan Seharian, Satu Kios Dirobohkan Warga

oleh

Jabarpos.com, LEMBANG – Longsor tebing setinggi 5 meter dan lebar 3 meter menerjang sebuah konter di Kampung Babakan Laksana, RT 1/7, Desa Gudangkahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (25/1/2020) siang.

Selain menerjang konter, longsor itu menyebabkan jalan menuju RT 2 dan RT 5 juga terputus dan sempat tidak bisa dilewati karena jalan tersebut tertimbun material longsor.

Namun, pada Minggu (26/1/2020), material longsor tersebut mulai disingkirikan oleh warga setempat dibantu petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, TNI Polri dan relawan Avengger, IKTM  agar jalan bisa segera dilintasi kembali.

Menurut keterangan tokoh masyarakat setempat Mahmud Kurnia (39), longsor tersebut terjadi karena tanah pada tebing kondisinya labil ditambah saat itu turun hujan deras, hingga akhirnya kejadian longsor pun terjadi.

“Kondisi bangunan (konter) juga tidak terlalu bagus, material bangunannya didominasi kayu dan sebagian beton,” ujarnya.

Ia mengatakan, akibat diterjang longsor, konter tersebut kondisinya menjadi miring hingga akhirnya terpaksa dirobohkan karena bisa membahayakan rumah warga yang berada tepat dibawahnya.

“Berdasarkan hasil kesepakatan pemilik dan warga lain, konternya dirobohkan karena takut menimpa dua rumah yang ada di bawah. Untuk tebing nanti bakal diperbaiki lagi, menunggu bantuan,” kata Mahmud.

Pemilik konter yang diketahui bernama Maman Cahya (41) itu, kata Mahmud, mengalami kerugian hingga Rp 15 juta, karena selain kerusakan bangunan, barang-barang termasuk ponsel juga rusak tertimbun longsor.

Kepala Pelaksana BPBD KBB, Duddy Prabowo mengatakan, longsor ini memang diakibatkan karena intensitas hujan yang tinggi dan terus menerus, ditambah kondisi tanah labil dan miring.

“Akibatnya, longsor berupa tanah dan pasir menimbun jalan dan sebuah bangunan kios (konter) roboh,” kata Duddy.

Setelah kejadian, BPBD KBB kata Duddy, langsung berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Lembang, aparat Desa Gudang Kahuripan untuk melakukan assessment, termasuk membersihkan material longsor.

“Pembersihan material longsor dilanjutkan tadi pagi dengan cara kerja bakti warga setempat dibantu Relawan Avengger dan IKTM untuk memasang karung berisi tanah untuk penahan sementara,”Pungkasnya. (Gus/Jpc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *