Gerhana Bulan, Kapan dan di mana bisa Melihat Gerhana ‘Blood Moon’ Terlama Abad 21

oleh -1.450 views

Jabarpos.com. Pada Jumat 27 Juli 2018 dini hari atau pada Sabtu 28 Juli 2018 pukul 00.14 WIB, bulan purnama akan melewati bayangan bumi. Selama 103 menit (1 jam 43 menit), bulan yang biasanya berwarna perak akan berubah menjadi merah darah dan jingga. Ini akan menjadi gerhana bulan “blood moon” terlama di abad ini.

sekitar 26 menit lebih lama dibandingkan dengan gerhana total sebelumnya pada Januari 2018 lalu. Sebuah fenomena alam langka yang jarang terjadi.Gerhana bulan total dan penampakan gerhana ini akan lain dari biasanya.

Ini akan menjadi gerhana bulan terlama pada abad ke-21, menurut National Aeronautics and Space Administration (NASA). Dan jika beruntung, Anda dapat melihatnya selama satu jam 43 menit.

Fenomena ‘Supermoon’ akan bertepatan dengan gerhana bulan fenomena gerhana bulan merah hari ini
‘Super Blue Blood Moon’ yang spektakuler kendati banyak terhalang awan.

Apa itu Gerhana Bulan ?

Gerhana bulan terjadi ketika Matahari, Bumi dan Bulan pada satu garis lurus. Ini berarti Bumi langsung berada di antara Matahari dan Bulan, sehingga cahaya matahari terhambat.

Gerhana kemudian terjadi ketika Bulan memasuki bayangan Bumi. Dalam berbagai tahapan berbeda, gejala astronomi ini akan terjadi selama tiga jam dan 55 menit.

Mengapa berlangsung lama?
Ini karena Bulan bergerak melewati bayangan tengah Bumi. Ini adalah titik bayangan yang paling lebar, kata Tim O’Brien, guru besar astrofisika di Universitas Manchester, Inggris.

Yang tak kalah menarik, gerhana bertepatan dengan gejala alam yang disebut ‘prosesi planet’ yang membuat warga di Bumi bisa melihat Planet Venus, Jupiter, Saturnus, dan Mars.

Secara khusus, Mars akan terlihat lebih terang dan lebih besar saat bayangan Bumi menimpa Bulan.

Kapan mulai dan kapan saat puncak gerhana?

Menurut keterangan yang dirilis oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gerhana mulai pada pukul 00:13 WIB.

Gerhana total mulai pukul 02:29 WIB dengan puncak gerhana pada 03:21 WIB.
Gerhana total berakhir pada 04:13 dan keseluruhan proses gerana selesai pada 06:30 WIB.

Mengapa dinamakan bulan merah darah?
Pada malam saat gerhana bulan terjadi, juga akan muncul gejala “blood moon”, nama yang diberikan karena warna merahnya.

Hal ini terjadi karena pengaruh visual ketika cahaya matahari tersaring ke dalam atmosfir dan warna merah serta jingga terproyeksikan ke Bulan.

Selain itu, selama gerhana tanggal 28 Juli, Bulan akan berada pada “puncaknya”, yaitu di titik terjauh dari Bumi.

•Lima hal yang perlu Anda ketahui tentang ‘Super blue blood moon’
Mengapa banyak orang mengasosiasikan gerhana dengan kiamat?
Sekilas tentang bulan super, ketika bulan berada paling dekat ke Bumi

Dimana dan kapan Anda bisa melihatnya?

Gerhana tanggal 28 Juli akan terlihat penuh di Indonesia pada Sabtu dini hari.

Selain itu, sebagian besar Eropa, Afrika, Timur Tengah, Asia Tengah dan Australia juga bisa menyaksikannya. Pada dasarnya kebanyakan tempat di dunia, kecuali Amerika Utara.

Anda tidak memerlukan teleskop untuk menyaksikannya, tetapi teropong yang baik tentu akan membantu.

Jika Anda berada di tempat di mana Anda bisa melihatnya, Anda seharusnya bisa menyaksikan saat Bulan bergerak naik, di titik tertinggi pada pukul 20:21 GMT (Sabtu, 03:21 WIB).

Siapa yang akan mendapatkan penampakan terbaik?
Tempat terbaik untuk menikmati gejala ini adalah di setengah bagian Afrika Timur, Timur Tengah dan Asia Tengah.

Gerhana tidak bisa dilihat di berbagai daerah Amerika Tengah dan Utara. Di Amerika Selatan, gerhana hanya bisa dilihat sebagian di bagian timur, di kota-kota seperti Buenos Aires, Montevideo, Sao Paulo dan Rio de Janeiro.

‘Supermoon di berbagai belahan dunia
‘Bulan Darah’ siap memikat penikmat langit

Di kota-kota tersebut dan tempat-tempat lain di sekitarnya, gerhana akan terlihat saat Bulan keluar di atas khatulistiwa, garis dimana permukaan Bumi dan langit sepertinya bertemu.

Gerhana penumbral akan terlihat, yaitu bayangan akan terproyeksi pada bulan tanpa menutupi semua cahaya.

Di Inggris, Anda tidak akan bisa menyaksikan dari permulaan, karena Bulan masih berada di bawah khatulistiwa.

Berita dilansir dari BBC News. (AP/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *