NasDem Siap Usung Ridwan Kamil di Pilpres 2024, Ini Kata Kang Emil

oleh -179 views

JABARPOS.COM – Partai NasDem mengaku siap mengusung Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dalam bursa calon pemilihan presiden pada 2024 mendatang.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali, menegaskan hal itu seusai mengikuti Rakorwil & Workshop Partai NasDem Jabar di Hotel Papandayan, Kota Bandung, Minggu (14/3) seperti dilansir tribunnewscom

“Dalam proses konsolidasi kemenangan ini semua potensi yang ada akan kita eksploitasi dengan sistem yang berlaku di Partai NasDem,” katanya.

“Maka kami secara terbuka akan menampung dan mengakomodasi siapa pun yang memiliki potensi, termasuk Ridwan Kamil, yang memiliki prestasi,” ujar Ahmad.

NasDem, kata Ahmad, telah menjadi bagian dari keberhasilan Ridwan Kamil dalam kontestasi Pilgub Jabar yang diselenggarakan pada 27 Juni 2018 lalu.

Oleh karena itu, tegas Ahmad, tidak salah selama ini mereka juga mengklaim bahwa Ridwan Kamil adalah gubernurnya NasDem.

Hal senada ditegaskan Ketua DPW Partai NasDem Jabar, Saan Mustopa. Menurutnya, peluang Ridwan Kamil untuk kembali diusung Partai NasDem selalu terbuka.

Apalagi, Emil memiliki pengalaman panjang dan memori indah dengan Partai NasDem, dalam mengarungi Pilgub 2018 lalu.

“Tapi karena kami ini terbuka bagi siapa pun, jadi kita akan lihat nanti karena ada cukup banyak opsi, sehingga peluang kandidat lain juga sama besarnya denagan Ridwan Kamil,” ujarnya.

Seiring terus naiknya elektabilitasnya, nama Ridwan Kamil belakangan memang kian sering disebut-sebut dalam dunia politik Tanah Air.

Emil disebut memiliki elektabilitas tinggi dalam sejumlah survei, dan diwacanakan diusung menjadi calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Sebelum NasDem, yang terang-terangan siap mengusung Emil, sejumlah partai juga sempat dikabarkan “mendekat”.

Emil juga sempat diisukan akan menjadi kader Partai Golkar, didekati oleh PAN, bahkan sempat pula dikabarkan menjadi kandidat petinggi Partai Demokrat.

Meski belum menunjukkan kecenderungannya ke partai mana akan berlabuh, niatan untuk bertarung pada kancah Pilpres 2024, sebelumnya sempat diungkapkan Emil saat bertemu dengan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno, akhir Februari lalu.

Emil mengatakan, bukan tidak mungkin ia akan bertarung dalam Pilpres 2024.

Hanya saja, kata Emil, kini ia masih fokus menjadi Gubernur Jabar.

“Bukan tidak mungkin, tapi tidak sekarang. Tidak ada yang tidak mungkin. Tapi saya menyelesaikan Gubernur,” kata Emil.

Pakar politik dan pemerintahan dari Universitas Padjadjaran, Firman Manan, Emil memang masih memperhitungkan berbagai kemungkinan mengenai karier politiknya ke depan.

“Setahu saya Kang Emil itu kan politisi yang kalkulatif. Jadi dia sangat mengkalkulasi segala kemungkinan. Kalau saya melihat, ya memang sampai hari ini Kang Emil itu di satu sisi dia ada benarnya juga masih fokus mengurus pemerintahan dalam masa krisis yang memang tidak mudah, jadi tidak bisa dibagi-bagi fokusnya,” kata Firman seperti dikutip dari tribunnewscom

Kalkulasi politik di masa sekarang, kata Firman, memang tak mudah bagi Emil. Apakah memilih mengikuti Pilgub Jabar kembali atau Pilpres 2024. Terlebih, kini revisi UU Pemilu tengah dikaji, sehingga ada kemungkinan Emil harus memilih ikut pilpres atau pilgub pada 2024 nanti.

“Yang juga tidak mudah kan karena itu butuh dukungan partai. Paling tidak, itu yang sampai saat ini belum tergambarkan. Kalau perlu dukungan partai ya partai mana yang kemudian pas dan memang bisa memberikan insentif politik buat dia,” katanya.

Ridwan Kamil yang bukan merupakan kader partai, kata Firman, memang membuka peluang sejumlah partai untuk mengusungnya dalam pilpres atau pilgub. Ini berbeda dengan sejumlah kepala daerah yang sudah memiliki partai, yang kecil kemungkinan bagi partai lain untuk mengusungnya.

“Memang, pertanyaannya apakah Kang Emil tertarik untuk 2024. Nah, sebagai politisi, saya pikir sesuatu yang wajar ya beliau jadi walikota kemudian naik menjadi gubernur, tidak menutup kemungkinan bahwa ada ketertarikan untuk menjadi presiden. Apalagi sudah ada contoh Presiden Jokowi yang seperti itu. Akan tetapi memang kalau kita lihat 2024 itu masih agak lama dan beliau masih memegang jabatan Gubernur sampai 2023,” katanya.

Jika terlalu dini diusung atau bergabung dengan partai, katanya, justru bisa menjadi problem bagi Emil. Artinya, bisa menimbulkan sentimen negatif dari publik atau kalau salah mengambil keputusan justru bisa memperkecil peluang kemenangan.

“Jadi kalau menurut saya sih jawaban dia yang mengatakan bahwa dia masih fokus untuk bekerja supaya kinerjanya dinilai baik oleh publik dan elite-eliet politik itu memang jawaban yang pas. Tapi juga tidak bisa dilupakan harus membangun komunikasi politik yang baik dengan partai-partai sepanjang kalau dia memperhitungkan kemungkinan kemungkinan untuk bisa menjadi salah satu kandidat di 2024,” katanya.

Mengenai sejumlah partai yang mendekati Emil, Firman mengatakan fenomena tersebut tidak lepas dari sistem yang selama ini diterapkan partai politik, baik di tingkat daerah maupun nasional, yang menjadikan elektabilitas sebagai salah satu ukuran rekruitmen.

Alasan lainnya, kata Firman, Emil hingga saat ini belum menduduki jabatan apapun dalam partai politik. Dengan kondisi tersebut, menurutnya, wajar bila partai politik memburunya. Apalagi, kata Firman, parpol pun kini tengah memasang kuda-kuda untuk menghadapi ajang Pilpres 2024.

“Jadi saya kira wajar, magnet politik Kang Emil memang kuat. Selain punya elektabilitas, dia pun belum berparpol. Tentunya ini menjadi daya tarik bagi parpol. Apalagi momentum Pilpres 2024 adalah momentum regenerasi pemimpin muda berkinerja baik, dan saya kira Kang Emil masuk dalam kriteria itu,” kata Firman. (mg1)