Viral! Video Ambulans Pasien Covid-19 Dihalangi Mobil di Bandung

oleh -540 views

JABARPOS.COM-Pengguna media sosial di Kota Bandung digegerkan dengan video pengendara mobil menghalangi laju ambulans pengangkut seorang pasien positif COVID-19.

Video itu pertama diunggah akun Instagram @ambulance_bdg_ai. Dalam video tersebut, pengguna mobil enggan mengalah membuka jalan untuk ambulans.

Saat diminta untuk meminggirkan kendaraannya ke lajur kiri oleh relawan motor pengawal ambulans, pengendara mobil tersebut malah mengacungkan jempolnya ke bawah. Kejadian ini berlangsung di Jalan Soekarno Hatta, tepatnya di perempatan kantor Samsat, Selasa (16/2).

“Kebetulan yang bawa teman saya juga, satu kantor. Saya juga sama driver ambulans Rumah Sakit Al Islam,” kata Muhammad Sandi Nugraha, Rabu (17/2/2021).

Sandi mengungkapkan ambulans tersebut berangkat dari RS Al Islam ke Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung. “Pasien teman kita juga, driver ambulans. Dia sudah tiga minggu (terpapar COVID-19) diisolasi di ICU Rumah Sakit Al Islam. Riwayatnya punya penyakit jantung dan paru-paru,” ucap Sandi.

Menurut Sandi, pada jam tersebut, Jalan Soekarno Hatta cukup ramai karena banyak dilintasi warga yang hendak pulang bekerja. “Sebelum magrib berangkat, dikawal sama balance (relawan), jam crowded, sebenarnya sopir enggak tahu, karena terhalang mobil lainnya yang terhalang mobil itu (yang menghalangi). Saya dapat info dari yang mengawal, pemotor itu minta izin ke semua pengendara yang agak ke tengah (minta jalan), pas kebetulan mobil itu malah nantangin, malah enggak mau, ya sudah lewat saja katanya,” tuturnya.

“Intinya dia posisi kalau di video, kelihatan ada marka jalan, pas posisinya padahal. Kirinya tuh jauh banget. Sebenarnya simpel, dia tinggal ke kiri, otomatis bisa maju ambulans. Dia juga malah ngeluarkan jempol ke bawah gitu,” Sandi menambahkan.

Video ini viral dan dibagikan banyak pengguna media sosial. Sandi menyebut belum ada permintaan maaf dari pengendara mobil tersebut.

“Sampai saat ini belum ada,” ujarnya.

Menurut Sandi, jika pengendara mobil itu tidak mau memberikan jalan, mending pura-pura tidak dengar daripada memberikan perlakuan tidak pantas terhadap petugas. “Iya, maksudnya gini, kalau enggak mau ngasih jalan pura-pura enggak dengar saja, jangan sampai dia buka kaca dan nyodorin ke kaca, itu tidak menghargai namanya,” tuturnya.

Sandi berharap kejadian serupa tak terulang dan pengguna kendaraan yang menghalangi laju ambulans agar mengalah. “Jelas kan dia buka kaca, suara sirene terdengar, dia malah mengeluarkan jempol ke bawah. Maksudnya apa? Kalau dia bisa saja kita juga biasa. Kalau gitu dia menyepelekan kita,” kata Sandi.(detikcom)