Es Abadi Indonesia Tak Lama Lagi akan Hilang

oleh -1.464 views

JABARPOS.COM – Di Papua terdapat suatu gletser. Gletser adalah bongkahan es besar yang terbentuk di atas permukaan tanah dan merupakan akumulasi endapan salju dalam jangka waktu yang sangat lama. Lebih popular dengan sebutan es abadi.

Dikutip Jabarpos dari detikTravel, es abadinya berada di bagian puncak dari rangkaian Pegunungan Jayawijaya. Puncak-puncaknya yakni Puncak Sumantri, Puncak Jaya dan Puncak Carstensz Timur dengan ketinggian di atas 4.000 mdpl.

Lokasinya sulit terjamah. Traveler sebenarnya bisa melalui perusahaan tambang di Papua karena lokasinya berdekatan, tetapi dibutuhkan perizinan ketat. Bisa juga mendaki dari ‘jalur kampung’ yakni melewati beberapa perkampungan, seperti lewat Desa Ugimba di Kabupaten Intan Jaya. Namun, membutuhkan waktu 3-4 hari jalan kaki.

Es Abadi itu sudah menjadi keajaiban dari Indonesia. Sebab, tidak banyak negara tropis yang memiliki es abadi. Namun, waktunya tak lama lagi. Keajaiban Indonesia berupa es abadi di Papua itu akan hilang selamanya. Sebenarnya, bagaimana penjelasan ilmiahnya?

“Silih berganti eksistensi dan hilangnya tutupan es di Pegunungan Jayawijaya sudah terjadi sejak ribuan tahun yang lalu bergantung pada kondisi iklim saat itu. Keberadaan es di wilayah tropis hanya dapat terjadi di wilayah dataran tinggi dengan kondisi suhu yang sangat dingin,” terang Donaldi Sukma Permana PhD, Peneliti Madya Pusat Penelitian dan Pengembangan BMKG kepada detikTravel, Rabu (14/11/2018).

“Selain itu, untuk dapat terbentuk es tidak hanya memerlukan kondisi yang sangat dingin, tetapi perlu adanya uap air. Indonesia dikelilingi oleh lautan yang memberikan uap air untuk terbentuknya awan dan memungkinkan turunnya salju di daerah ketinggian,” lanjutnya menjelaskan.

Donaldi melakukan riset mengenai es abadi di Papua. Menurutnya, es abadi di Pegunungan Jayawijaya terus menyusut dikarenakan pemanasan global. Angka penyusutannya pun tak main-main, ambil contoh di Puncak Jaya.

“Luas total tutupan es di sekitar Puncak Jaya pada tahun 2010 sekitar 1 km2 persegi dan pada tahun 2016 sekitar 500 m2 (kurang lebih setengahnya). Tahun 2018 belum dilakukan pengukuran detil, tetapi yang pasti lebih kecil dari 500 m2,” jelasnya.

“Berdasarkan penelitian sebelumnya, keberadaan es di Pegunungan Jayawijaya dengan luas terbesar terakhir kali terjadi pada sekitar tahun 1850 (sekitar 170 tahun yang lalu) dengan luas kurang lebih 20 km2,” papar Donaldi.

Kapan es abadi Indonesia itu akan benar-benar habis?

“Bila dilihat dari tren penurunan luasan es dan berdasarkan pemodelan skenario perubahan iklim, diperkiraan es di Papua akan habis pada periode 2025-2030,” tutupnya. (detiktravel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *