SURAKARTA – Sinuhun Panembahan Agung Tedjowulan resmi diangkat sebagai pelaksana yang memiliki kewenangan penuh dalam pengelolaan Karaton Surakarta Hadiningrat, berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026.
Kepmen ini mengatur penunjukan pelaksana perlindungan, pengembangan, dan/atau pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai kawasan cagar budaya peringkat nasional.
Dengan demikian, Sinuhun Panembahan Agung Tedjowulan menjadi satu-satunya pihak yang memiliki hak dan kewenangan dalam pengelolaan Karaton Surakarta Hadiningrat, dan diharapkan dapat mengakhiri polemik dan konflik internal yang selama ini kerap terjadi di lingkungan karaton.
Tedjowulan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan negara. Ia menegaskan siap menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.
“Kami bersyukur dan berterima kasih, serta siap melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sebagai Pelaksana Pelindungan, Pengembangan, dan/atau Pemanfaatan Kawasan Cagar Budaya Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sesuai amanah Keputusan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2026,” ujar Tedjowulan.
Menurutnya, penunjukan tersebut merupakan mandat besar dari negara untuk menyelamatkan, melestarikan, dan memajukan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Ia juga menilai kebijakan ini sebagai bukti nyata komitmen Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam melestarikan istana-istana di Nusantara sebagai warisan peradaban yang bernilai tinggi.
“Dalam pelindungan, pengembangan, dan/atau pemanfaatan kawasan cagar budaya Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningat sebagai cagar budaya peringkat nasional, saya telah menerima Keputusan Menteri Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2026 untuk ditetapkan dan ditunjuk sebagai pelaksana,” ungkap Tedjowulan.
Tedjowulan menegaskan bahwa pengelolaan karaton tidak dapat dijalankan secara sendiri. Ia mengajak seluruh pihak, khususnya keluarga besar Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, untuk bersatu dan meninggalkan ego demi masa depan karaton.
Menurut dia, keputusan penetapan penunjukan oleh negara kepada dirinya ini merupakan mandat yang sangat besar dari negara untuk menyelamatkan, melestarikan, dan memajukan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningat. Ini juga merupakan bukti nyata dari komitmen Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto untuk melestarikan istana-istana di Nusantara sebagai khazanah kekayaan budaya dan peninggalan peradaban umat manusia yang sangat berharga di negeri tercinta
“Kita harus kompak dan rukun. Mari bekerja sama untuk kebaikan bersama dan masa depan Karaton Surakarta Hadiningrat yang kita cintai,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjadikan pengalaman masa lalu sebagai pelajaran berharga untuk melangkah ke depan. Tedjowulan menekankan nilai kejujuran, keikhlasan, serta sikap eling dan waspada sebagai pedoman dalam menjaga warisan budaya Karaton Surakarta Hadiningrat.
Tedjowulan memohon doa restu dan dukungan semua pihak dalam melaksanakan tugas ini. Khusus kepada Keluarga Besar Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, dia mengajak untuk mensyukuri perhatian besar dari pemerintah ini sebagai momentum untuk kembali bersatu dan benar-benar menyatu sebagai keluarga besar. “Marilah akur dan kompak. Letakkan ego masing-masing dan tegakkan cita-cita luhur untuk Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang sama-sama kita cintai. Mari bekerjasama untuk kebaikan kita bersama dan masa depan karaton,” jelasnya.
Tedjowulan mengutip Petuah Luhur Sultan Agung, yang berbunyi,”Dimentuk Sihing Hyang, suci, jujur, ikhlas ing wardaya, eling lan waspada pandoming makarti.”
Mengenai dinamika yang terjadi dalam kegiatan Menteri Kebudayaan di Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, pada Minggu siang 18 Januari 2026, Tedjowulan menyatakan menghormati hak bicara siapa pun. Namun, dia berharap, penyampaian pendapat di muka publik, apalagi dalam kegiatan resmi pemerintah, hendaknya disampaikan dengan baik dan saling menghormati. “Saya fokus pada upaya merukunkan dan merangkul semua pihak demi kebaikan bersama dan masa depan Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” seru Tedjowulan.
Di akhir pernyataannya, Tedjowulan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang merasa memiliki, mencintai, dan melindungi Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.***

