Rupiah Menguat ke Rp17.792 per Dolar AS, Jadi Kado HUT RI ke-81

oleh -5 views
oleh

Nilai tukar rupiah mengawali perdagangan Senin (17/8/2026) dengan pergerakan positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Garuda sempat menguat ke level Rp17.792 per dolar AS pada pagi hari.

Mengacu pada data Bloomberg, rupiah menguat sekitar 35 poin atau 0,20 persen dibandingkan posisi perdagangan sebelumnya di kisaran Rp17.827 per dolar AS.

Penguatan rupiah tersebut terjadi bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Pergerakan positif mata uang domestik menjadi perhatian di tengah kondisi pasar keuangan global yang masih dipengaruhi oleh arah kebijakan moneter Amerika Serikat.

Rupiah Sempat Menyentuh Rp17.792

Pada perdagangan pagi, rupiah bergerak di zona hijau dan sempat mencapai level Rp17.792 per dolar AS.

Penguatan ini menunjukkan adanya tekanan terhadap dolar AS sekaligus memberikan ruang bagi rupiah untuk bergerak lebih kuat dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan rupiah pada hari tersebut juga menjadi bagian dari tren volatilitas nilai tukar yang masih cukup tinggi. Sebelumnya, rupiah telah beberapa kali bergerak di kisaran Rp17.700 hingga Rp17.800 per dolar AS.

Penguatan Rupiah Tak Bertahan hingga Penutupan

Meski sempat menguat cukup signifikan pada pagi hari, pergerakan rupiah kemudian mengalami perubahan.

Pada penutupan perdagangan Senin (17/8), rupiah berada di level Rp17.798 per dolar AS. Posisi tersebut masih menunjukkan penguatan 29 poin atau sekitar 0,16 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Dengan demikian, rupiah berhasil mempertahankan penguatan hingga akhir perdagangan, meskipun level penutupannya sedikit lebih lemah dibandingkan posisi terkuat pada pagi hari.

Rupiah Kembali Melemah Sehari Setelahnya

Pergerakan rupiah kemudian berbalik pada perdagangan Selasa (18/8).

Data perdagangan menunjukkan rupiah melemah ke level Rp17.862 per dolar AS pada sore hari. Mata uang Garuda turun 64 poin atau 0,36 persen dari posisi penutupan sehari sebelumnya.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa penguatan rupiah pada awal pekan belum menjadi sinyal bahwa mata uang domestik telah memasuki tren penguatan yang stabil.

Pasar Masih Mencermati Arah Suku Bunga AS

Pergerakan dolar AS dan rupiah masih sangat dipengaruhi oleh ekspektasi pelaku pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS atau Federal Reserve.

Ketika ekspektasi kenaikan suku bunga AS mereda, tekanan terhadap mata uang negara-negara berkembang, termasuk rupiah, dapat berkurang. Sebaliknya, perubahan ekspektasi kebijakan The Fed dapat kembali mendorong investor mengalihkan dana ke aset berbasis dolar AS.

Karena itu, pelaku pasar masih akan mencermati berbagai data ekonomi Amerika Serikat serta pernyataan pejabat The Fed untuk membaca arah kebijakan moneter berikutnya.

Bagi Indonesia, stabilitas rupiah menjadi salah satu faktor penting yang terus diperhatikan karena pergerakan kurs dapat memengaruhi berbagai sektor, mulai dari biaya impor, harga barang, hingga tekanan inflasi.

Penguatan rupiah ke Rp17.792 per dolar AS pada pagi 17 Agustus menjadi catatan positif di tengah peringatan HUT ke-81 RI. Namun, perkembangan perdagangan pada hari berikutnya menunjukkan bahwa perjalanan rupiah masih menghadapi tantangan dan sangat bergantung pada dinamika pasar global.