Menjelajahi Bangunan Bersejarah Di Lembang

oleh -2.200 views

Jabarpos.com. LEMBANG – Lembang merukapakan kota Kecamatan di Kab.Bandung Barat, Lembang terkenal dengan daerah tujuan wisata, dari wisata alam, wisata kuliner bahkan wisata sejarah. Melihat dari kondisi lingkungan, Lembang merupakan daerah pertanian dan peternakan, sudah barang tentu ini imbas dari sejarah masa lalu Lembang. Lembang pernah menjadi Distrik teh pada tahun 1882, tepatnya 17 juni 1882, Lembang meminpin beberapa distrik bagian. Sejak saat itulah pemerintahan lembang ada, dengan berjalannya waktu lembang mejadi sebuah Kewedanaan Lembang di tahun yang sama.

“Komplek alun alun Lembang, seperti layaknya alun-alun lainya di pulau jawa ini yang dipengaruhi jaman Mataram, alun alun identik dengan Lapangan/Halaman luas yang ke empat sudutnya di tanam pohon beringin, bangunan Mesjid, bangunan Pendopo. Namun pendopo di lembang berbeda dengan pendopo lain yang terbuka tanpa jendela dan pintu, mungkin karna lembang memiliki udara yang dingin maka di bangun menggunakan jendela dan pintu di ketiga sisinya. ada juga rumah dinas dan penjara kecil untuk penjahat kelas teri pada saat itu. di bangun sekitar tahun 1882.

“Peneropongan Bintang”(Observatorium Bosscha) kini, yang dibangun sejak tahun 1923 – 1928, oleh seorang kebangsaan belanda, Karel Albert Rudolf Bosscha, ahli botani. dibangun di atas tanah seluas sekitar 16 Hektar, tanah tersebut hibah dari juragan tanah Kel Ursone. Pembangunan peneropong bintang ini, Bosscha lakukan atas dasar kecintaannya pada benda-benda luar ankasa, di tahun 1910 ia mulai mengumpulkan uang untuk mewujudkan cita citanya, 13 tahun kemudian barulah pembangunan itu di mulai diatas tanah hibah dari kel Ursone, sebuah bukit di kaki gunung tangkuban perahu dipilih Bosscha karna tempatnya tenang, serta rimbun pepohonan dan jauh dari keramaian. Berada di ketinggian 1300 meter di atas permukaan laut, tepatnya kini berada di wilayah Desa Lembang, namun sayang tak lama dari pembangunan tempat penelitianya ini selesai, Bosscha meninggal Dunia tepatnya tanggal 26 Nopember 1928 dan di makamkan di perkebunen teh yang ia dirikan di Malabar, namun namanya melekat sampai saai ini.

“Grend Hotel Lembang” di bangun sekitar tahun 1916 di atas tanah seluas 7 Hektar yang di beli dari keluarga Ursone, hotel legendaris sudah berdiri sejak jaman Belanda yakni Grand Hotel Lembang Didirikan Sejak Tahun 1916.yang pada saat itu dikelola oleh Bruno Treipl berusia 18 tahun, di tahun 1934 seorang jerman yang pernah jadi tahanan Belanda.
Saat ini merupakan salah satu hotel bintang 3 di Lembang, Kab. Bandung Barat (KBB).Dibangun di atas tanah sekitar 7 Hektar Dibeli dari Kel Ursone pada saat itu dan berama “Hotel Lembang”, berada di ketinggian sekitar 4500 meter di atas permukaan laut dan terletak di kaki Gunung Tangkuban Perahu. Tak hanya terkenal akan fasilitas pelayanan yang baik, suasana kolonial Belanda pun terasa kental di sini.
Maka wajar jika beberapa arsip perihal keberadaan hotel ini tersimpan baik di laman-laman dengan berbahasa Belanda.
Di ruangan depan yang sekarang menjadi Restoran juga ruang meeteng pernah di gunakan gudarng garam pada jaman jepang dulu.
dan ada salah satu peninggalan urson yaitu sebuah Patung keramik yang masih terawat dengan baik.

“Rumah Ursone” Rumah yang berlokasi di baru ajak dengan halamannya yang luas menghadap kae utara dengan pemandangan gunung tangkuban perahu, di kawasan baru ajak.
rumah tersebut berbahan dasar bambu yang di tumpuk dengan plester dari abu gosok di campur putih telor untuk dindingnya.
Ursone juragan tanah yang memiliki 12 perusahaan, Urson datang ke tanah Priangan ini sekitar tahun 1895. Ursone mempelopri peternakan sapi perah di lembang ini khusnya (Baru Ajak) hingga sampai saat ini lembang menjadi penghasil susu sapi sampai saat ini, tercatak sekitar 4.200 peterna sapi perah yang tergabung di Koprasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU).

“Rumah Dennis” Rumah ini berada di jalan Bayangkara, tepatnya di belakang asrama Polsek Lembang, Dennis berkebngsaan Inggris dan juga pemimpin “Dennis Bank” sekarang menjadi BJB di jalan Naripan Bandung.
rumah tersebut saat ini di huni 2 keluarga,sejak pasca kemerdekaan telah ia tempati.

“Kantor PDAM” Bangunan ini dari jaman belanda sampai saat ini pungsinya masih tetap dipakai sebagai “NV Waterleiding Maatschappij” dibangun sekitar tahun 1920, sebagai kantor pemasok air ke kota bandung.

“SMPN 1 Lembang” bagunan ini merupakan tempat tinggal salah satu keluaga belanda,bagi masyarakat lembang menyebutnya “Gedong Luhur” karna posisi letaknya berada di atas jalan, hingga tahun 1964, pernah juga digunakan Kartor polisi Lembng. dan pada tahun 1965 di pakai SMPN 1 Lembang hinga sekarang.
dan masih banyak lagi bangunan-bangunan yang menyimpan Historis lainya yang ada di lembang ini, harus kita jelajahi.(AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *