Eksotisnya Taman Batu Citatah

oleh -1.538 views

Jabarpos.com. Bandung Barat-Taman batu atau “Stone Garden Gheo Fark” sudah ada sejak jaman pra-neolitikum(Danau Purba)terbentuk karna letusan Gunung Sunda Purba dulu, sekitar 10.000 tahun lalu.

Taman batu mulai dikenal tahun 2014, menjadi salah satu obyek wisata di Bandung Barat. Tepatnya di kawasan Pegunungan Pawon, Kampung Girimulya Desa Gunung Masigit Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat ini, di puncak yang memiliki  ketinggian sekitar 1.000 meter di atas permukaan laut ini pengunjung bisa berselfie ria. Pemandangan di sekitar taman memang sangat indah, apalagi saat menaiki taman batu sangat menakjubkan.

Untuk mencapai Taman Batu relatif mudah, baik mereka yang memakai kendaraan sendiri, maupun menaiki kendaraan umum, dari Kota Bandung bisa mencapai Pegunungan Masigit ini, dengan menuju ke Padalarang menuju jalan ke arah Cianjur.  Kalau dari arah Jakarta bisa keluar Tol Padalarang menuju ke arah Cianjur.

Sementara mereka yang berasal dari arah Sukabumi atau Cianjur harus mulai pelan-pelan menjalankan kendaraannya saat melewati kawasan Cipatat, setelah melewati Ciranjang. Sebab posisi Taman Batu berada di sebelah kiri, begitu juga sebaliknya kalau dari arah Bandung-Cianjur taman batu berada di sebelah kiri, tidak ada tanda-tanda yang mencolok di pinggir jalan menandai Taman Batu ini. Kalau gapura menuju Gua Pawon terlihat lumayan besar, yang pasti, kalau dari arah Barat, jika sudah melewati gapura Gua Pawon, kurang lebih 500 meter ada Masjid Al-Ikhlas, dari jalan di sebelah masjid itulah menuju Taman Batu. Memang ada papan yang menunjukkan Stone Garden itu, tapi sangat tidak representatif, kalau sulit mencarinya, kita bisa tanya kepada masyarakat yang ada di sekitar gapura Gua Pawon itu.

Dari jalan raya Padalarang-Cianjur, Taman Batu masuk ke dalam tak lebih dari satu kilometer. Ditempuh dengan berjalan kaki pun tak mencapai 15 menit, atau bisa menggunakan ojek. Jalan masuk menuju taman ini sekarang belum mulus, sebagian masih becek jika musih hujan seperti saat ini, tapi sebagian lain sudah dikeraskan dengan batu kapur.

Di lokasi Taman Batu, pengunjung dapat menikmati aneka jajanan sederhana yang dijajakan penduduk lokal, mulai sekadar minum kopi, teh, atau aneka minuman lainnya. dan jajanan murah lainnya dapat dinikmati di sepanjang jalan menuju ke Taman Batu.

Pengunjung harus mendaftar dan mengisi buku tamu, serta membayar tiket masuk. Mengisi buku tamu ini wajib sebagai masukan bagi pengelola taman demi proses perbaikan. Di depan loket pendaftaran terdapat semacam pintu gerbang masuk yang berisi tulisan, “Welcome to Stone Garden Geo Park”

Menaiki Taman Batu memang memerlukan energi dan kehati-hatian, tapi secara umum aman bagi siapa pun, termasuk anak-anak.

Untuk menik mati Taman Batu sebaiknya datang kesana pagi hari, agar tidak terlalu panas bila cuaca cerah, masih sejuk dengan hembusan angin. Atau sore hari sekaligus meninkmati matahari terbenam di ufuk barat.

Di taman yang mirip jaman batu dalam Flm Kartun “The Flintstone” ini, kita bisa mulai membidikkan kamera untuk mengabadikan alam yang terasa segar, dengan pemandangan sangat eksotik. Semakin ke tengah pemandangan indah semakin tak terhindarkan, aneka macam batu dengan berbagai ukuran tertata secara alami.

Bagi mereka yang tidak takut ketinggian dan tidak puas dengan berfoto sekadarnya, dapat menaiki bebatuan yang paling tinggi di dataran yang tertinggi pula. Terkadang mereka sambil loncat, sehingga hasil jepretannya seperti terbang, dan berbagai pose bisa dilakukan dengan latar panorama alam sekitar.

Berada di ketinggian Taman Batu terasa yaman dan segar,apalagi menjelang sore dengan tiupan angin serasa berada di ruang ber-AC.

Jika membawa bekal makanan yang cukup, betah rasanya tinggal di atas Taman Batu dari pagi dini hari hingga sore, menyaksikan Matahari terbit atau Matahari terbenam lebih mengasyikkan lagi. (AP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *