Peningkatan Pasokan Pangan Jelang Ramadan Oleh Pemkot Bandung

oleh

JABARPOS– Dewan Ketahanan Pangan (DKP) Kota Bandung akan meningkatkan pasokan sejumlah komoditas seperti telur, daging ayam dan sapi jelang bulan ramadan. Hal itu untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga sejumlah komoditas tersebut aman.

Pemkot Bandung menyatakan permintaan telur, daging ayam dan sapi selalu mengalami peningkatan jelang ramadan. Contohnya saja, dalam kondisi normal kebutuhan telur di Kota Bandung sebanyak 120 ton per hari. Kebutuhan tersebut dipasok dari Blitar, Jawa Timur dan 30 persennya dari Priangan Timur, Jawa Barat.

“Diperkirakan kita butuh 240-250 ton telur ini menjelang Ramadan, karena Kota Bandung itu banyak produsen kuenya, baik kue basah maupun kue kering,” kata Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan sekaligus Plt Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung Elly Wasliah di sela-sela Rakor DKP Kota Bandung di Best Western Hotel, Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/4/2019).

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pihaknya bersama dengan BI dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Bandung telah datang ke Blitar untuk melaksanakan MoU dengan pemerintah setempat. Pihaknya meminta agar pasokan telur terutama jelang ramadan dan lebaran bisa ditingkatkan.

Selain itu, lanjut dia, kebutuhan daging sapi juga diperkirakan akan meningkat jelang ramadan. Dalam kondisi normal rumah potong hewan (RPH) Kota Bandung memotong 80 ekor sapi per harinya. Namun jumlah itu meningkat hingga berkali-kali lipat.

Pada H-7 ramadan tahun lalu saja, RPH Kota Bandung harus memotong 400 ekor sapi dalam semalam. Sementara pada H-7 lebaran jumlahnya meningkat hingga 700 ekor sapi dalam sehari.

Dari data yang ada lanjut dia, dalam satu tahun tercatat Kota Bandung membutuhkan 33 ribu ekor sapi. Kebutuhan tersebut 97 persen dipenuhi sapi impor dan 3 persen dari produsen sapi lokal.

“Untuk menyikapi itu maka kami akan meminta kepada para feedloter atau para pengusaha sapi potong meningkatkan pasokannya. Karena manakala pasokan tidak meningkat, konsekuensinya harga daging sapi di Kota Bandung mengalami lonjakan,” tuturnya.

Di sisi lain, pengamanan pasokan daging ayam juga menjadi perhatian. Elly mengaku akan berkoordinasi dengan para produsen daging ayam di Priangan Timur, khususnya Kabupaten Ciamis.

“Dalam kondisi normal, kita butuh daging ayam sekitar 600 ribu ekor per hari. Menjelang ramadan, kenaikannya sama dengan sapi, bisa sampai 900 ribu ekor. Sehingga kami akan berkoordinasi dengan daerah pemasok,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying agar harga kebutuhan pangan bisa tetap terjaga. “Sikap itu yang harus dihindari. Jangan panic buying. Kita harus bijak saat berbelanja, belilah sesuai kebutuhan,” ujar Elly.
(detikcom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *