Seorang Perawat Ditemukan Tewas Overdosis Setelah Menyuntik Dirinya Sendiri

oleh -1.732 views

JABARPOS– Seorang pria bernama Agung (21) ditemukan tewas di RS Adam Thalib, Bekasi, Jawa Barat. Polisi menduga Agung tewas akibat overdosis setelah menyuntik dirinya sendiri.

“Didapati bekas suntikan di bagian tubuh korban. Diduga sementara meninggal karena overdosis dengan cara menyuntik diri sendiri,” ujar Kanit Reskrim Polsek Cikarang Barat Iptu Elman dalam keterangannya, Rabu (27/3/2019).

Korban ditemukan pertama kali oleh temannya bernama Evi, pada Selasa (26/3) sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, korban terlihat sedang duduk di ruang istirahat perawat dengan posisi tubuh agak ke bawah.

Evi kemudian mencoba membangunkannya, akan tetapi korban tidak merespons. Wajah korban juga sudah tampak membiru.

“Saksi mendekati korban dan melihat wajah korban sudah berwarna biru, kemudian saksi memanggil perawat lain yang bernama I Made Suadi, kemudian kedua saksi memeriksa keadaan korban dan ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya.

Kasus ini kemudian dilaporkan ke aparat polisi. Dari hasil pengecekan, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kematian korban.

Barang bukti itu yakni 3 buah jarum sunti yang disimpan di atas meja. Barang bukti lainnya yakni 3 saset alcohol swabs dengan rincian 2 saset sudah digunakan 1 saset belum digunakan, 2 ampul midazolom midanes 5 mg, 1 plakon otsu water berisi 25 ml dan 1 plabot otsu NaCl 10 ml.

Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan olah TKP di lokasi kejadian, polisi menduga korban meninggal karena overdosis. Tetapi, cairan obat-obatan apa yang disuntikkan ke tubuh hingga korban tewas overdosis, Elman belum bisa memastikannya.

“Aku belum tahu, karena ‘kan kita belum ambil keterangan dari orang rumah sakit. ‘Nah ini (cairan, red) dia suntik pakai alat-alat itu (jarum suntik),” imbuhnya.

Akan tetapi, saat diminta mempertegas soal cairan tersebut, Elman belum bisa memastikannya. Sementara polisi juga masih meminta keterangan dari pihak rumah sakit.

“Belum bisa memastikan, karena keluarganya menolak diautopsi juga,” lanjutnya.

Belum diketahui juga bagaimana korban mendapatkan obat-obatan tersebut. “Kan di ruang situ nggak semua orang bisa masuk sembarangan,” ucapnya.

Sementara polisi juga belum bisa mengetahui apa yang membuat korban menyuntikkan obat-obatan ke dalam tubuhnya. Sementara sebelumnya tidak ada tanda-tanda korban mengalami sakit.

“Korban kerja seperti biasa sih, nggak ada (tanda-tanda sakit),” kata Elman.(detikcom)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *