Api Membesar Dan Menjalar Mendekati Rumah Warga

oleh -1.773 views

Jabarpos.com. Ngamorah – Gunung Bohong kebakaran sejak  sore hari, api dari atas gunung yang berada di wilayah berbatasan antara Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi terpantau masih berkobar hingga pukul 20.30 WIB. Rabu,8/8/ 2018.

Petugas pemadam kebakaran dari Pemkab Bandung Barat dan Pemkot Cimahi masih terus berupaya memadamkan api.

Titik awal kebakaran di Gunung Bohong berada di sekitar Kampung Tipar, Desa Gadobangkong. Demikian kata saksi mata, Jesica Arlen (26), juga merupakan warga yang tinggal paling dekat dengan lokasi kebakaran. Dia menuturkan, Api kemudian api menjalar ke dekat rumahnya di sekitar Pondok Dustira.

“Saya juga tahu dari warga yang menelefon, menanyakan bagaimana kabar kami sekeluarga. Memang yang paling ditakutkan itu rumah ini, karena ini yang paling dekat,” kata Jesica di rumahnya, Jalan Antareja, RT 4 RW 8, Desa Gadobangkong, Kecamatan Ngamprah, Bandung Barat.

Waktu pertama kali melihat apinya, sekitar pukul 17.00, dia mengaku, kebakaran yang terjadi tidak begitu besar. Akan tetapi, dia bersama ibunya terus memantau kebakaran Gunung Bohong, karena khawatir api mendekati benteng pagar rumah. Apalagi, ketika mobil blambir tetdengar mendekat ke rumahnya.

“Dulu Gunung Bohong juga pernah kebakaran, tahun 2015. Jadi sudah beberapa kali ada kejadian kebakaran seperti ini, tapi enggak sebesar ini. Dulu juga apinya cukup besar, walaupun lebih besar kebakaran yang sekarang. Dulu apinya merambat ke dekat tembok, tapi semakin mengecil,” katanya.

Dia menduga, kebakaran Gunung Bohong akibat sisa puntung rokok. Pasalnya, pohon bambu yang terdapat di sebagian besar wilayah Gunung Bohong cukup tebal dan rindang juga banyak yang sudah kering. Kebakaran di Gunung Bohong, terjadi setiap kali musim kemarau panjang,”katanya.

“Enggak mungkin kalau cuma dari sinar matahari, karena pohon bambunya itu rindang dam tebal. Namun, kebakaran di sini memang terjadi setiap kemarau panjang, walaupun enggak setiap tahun. Makanya, kami sudah tidak kaget dengan kebakaran ini,” ucapnya.

Ibunya, Agustina Usman (64) menuturkan, dia pertama kali mendengar ada kebakaran sekitar pukul 16.00. “Awalnya kayak ada suara letupan-letupan. Pikir saya tentara, lagi latihan nembak. Sekitar jam 17.00, ada tiga mobil blambir. Oh, ternyata ada kebakaran,” katanya.

Proses pemadaman kebakaran di Gunung Bohong, kata dia, biasa memakan waktu yang lama kendati tidak sampai berhari-hari. “Yang memadamkan ya dari petugas, juga ada relawan dibantu dengan warga sekitar,” ujarnya.

Kebakaran di Gunung Bohong menimbulkan kerumunan warga yang menonton. Empat mobil pemadam kebakaran dari Pemkab Bandung Barat dan Pemkot Cimahi, termasuk satu mobil komando.

Dari pantauan kontributor di lokasi kebakaran Gunung Bohong, terlihat ada tiga titik api. Salah satu titik api yang paling besar terlihat di sekitar Pondok Dustira. Namun belum diketahui seberapa luas kebakaran yang terjadi di Gunung Bohong. (AP/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *