Legislator Desak Regulasi Keselamatan Penerbangan Dievaluasi Menyeluruh

oleh

JABARPOS.COM – Komisi V DPR RI kembali menegaskan bahwa pihaknya mendesak pemerintah mengevaluasi menyeluruh regulasi keselamatan penerbangan menyusul jatuhnya pesawat Lion Air JT 610.

Anggota Komisi V DPR RI, Neng Eem Marhamah Zulfa kepada wartawan, Sabtu, mengatakan depan industri penerbangan di Indonesia diprediksi akan semakin ramai dengan tingginya minat warga menggunakan pesawat terbang.

“Sehingga perlu dievaluasi secara menyeluruh agar tidak ada lagi kecelakaan pesawat seperti yang menimpa Lion Air,” katanya usai menghadiri acara Kemah Bakti Santri untuk Negeri PC NU Cianjur di Lapang Singabarong, Cibodas.

Dia menilai industri penerbangan di Indonesia menjadi bisnis yang cukup menjanjikan, sehingga evaluasi bukan hanya sebatas kondisi pesawat milik setiap maskapai namun harus ada regulasi yang mengantisipasi potensi kecelakaan udara.

Padatnya jadwal penerbangan membuat kapasitas semua bandara di Indonesia sudah melebihi batas, sehingga Komisi V meminta Kementerian Perhubungan segera membuat regulasi tegas.

Saat ini pemerintah seperti dilematis membuat aturan penerbangan karena merasa diuntungkan dengan adanya maskapai penerbangan yang menawarkan harga terjangkau, namun tidak disertai pelayanan yang maksimal.

“Jangan hanya berani menawarkan tiket murah namun pelayanan tidak maksimal, kementerian harus tegas memberikan aturan atau sanksi terkait pelayan yang buruk,” katanya.

Pihaknya tambah dia, sebelumnya telah menggelar rapat dengan KNKT terkait kinerja instansi tersebut karena semakin padatnya transportasi udara di masing-masing bandara.

“Kami akan segera memanggil pihak kementerian dan Lion Air, guna mengetahui penyebab pasti kecelakaan yang menewaskan ratusan penumpang tersebut,” katanya.

Bahkan pihaknya akan mempertanyakan rute yang terasa janggal, meskipun sebelumnya pilot sudah meminta untuk kembali ke bandara karena pesawat bermasalah.

“Kami akan tuntaskan dalam waktu dekat apa penyebab pastinya, agar tidak ada lagi kesalahan dan pesawat jatuh karena berbagai hal,” katanya. (Antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *